Rapat Pleno DPS Pemilu Gubernur Jateng 2018

Kendalrejo, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Kendalrejo mengadakan rapat pleno terbuka daftar pemilih sementara (DPS), Selasa 6/3. Rapat ini dihadiri oleh pemerintah desa, tim PPS, Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan (PPDK), Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), dan perwakilan anggota partai pendukung calon gubernur Jawa Tengah. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut tim PPDP yang sebelumnya melakukan pemutakhiran data.

Sebagai pemimpin rapat, Achmad Parihin, mengawali acara dengan membaca “basmallah”, selanjutnya melaksanakan rapat pleno terbuka dengan membacakan hasil pemutakhiran data. Data di TPS 1 jumlah pemilih sejumlah 492, TPS 2 sejumlah 479, TPS 3 dengan jumlah pemilih 385, TPS 4 jumlah pemilih 170, TPS 5 sejumlah 454, TPS 6 jumlah pemilih 399, TPS 7 sejumlah 496, TPS 8 jumlah 196, TPS 9 sejumlah 536 dan TPS 10 jumlah pemilih 207. Kemudian jumlah pemilih di TPS 10 sampai 15 secara berturut-turut 442, 393, 396, 244 dan 605.

Dari total hasil pemutakhiran data tersebut, jumlah pemilih Desa Kendalrejo sebanyak 5.894 jiwa. Kemudian untuk pemilih yang tidak memenuhi syarat sejumlah 761 dan pemilih baru 667. Sedangkan pemilih yang belum memiliki KTP Elektronik sebanyak 205.

Setelah rapat pleno terbuka, beberapa perwakilan dari parpol pengusung menyampaikan pertanyaan dan usulan.

Darkum, perwakilan dari PPP mengusulkan agar dari pihak PPS membagikan hasil DPS kepada perwakilan parpol. Selain itu, Kuncoro perwakilan dari Perindo juga menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan saksi yang nantinya akan bertugas.

Menanggapi dari usulan dari perwakilan PPP, PPS Kendalrejo mengatakan akan membagikan dengan segera kopian DPS ke perwakilan partai. Kemudian, menjawab pertanyaan dari perwakilan dari Perindo, bahwasannya saksi ada tidaknya itu merupakan kebijakan internal partai.

Adapun dari perwakilan PPDP mengusulkan adanya penjelasan mengenai pemilih yang tidak memenuhi syarat. Usulan tersebut langsung ditanggapi tim PPS.

“Adapun tim pemilih yang tidak memenuhi syarat yaitu pemilih yang sudah meninggal dunia, ganda, di bawah umur, pindah domisili, tidak dikenal, anggota tni dan polri, hilang ingatan, hak pemilih dcabut, serta bukan penduduk,” ujar Achmad Parihin.

2 tanggapan untuk “Rapat Pleno DPS Pemilu Gubernur Jateng 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *